Definisi Pengertian dari Unified Modeling Language (UML) Merupakan himpunan struktur dan teknik untuk pemodelan desain program berorientasi objek (OOP) (wikipedia). Biasanya kebanyakan Programmer yang baru belajar bahasa pemerograman tidak mau tau dengan Metodelogi seperti ini karna baru melihat sudah kebingungan.
Sebenarnya letak kemudahan bahasa merograman berbasis OOP. Di sinilah kawan, kata seorang Programmer yang ahli dalam bahasa pemrograman berorientasi objek. Sebelum memulai beberapa tahap yang perlu di pahami ada beberapa pertanyaah yang harus timbul sebelum memulai seperti biasa dari TK Sampai menempuh perguruan tinggi tidak lepas dari siapa yang akan mengunakan UML, Yang jelas bagi siapa yang membutuhkan, jika anda butuh silahkan anda keliling dunia mencari impormasi dengan pesawat terbang yang sudah tersedia di internet Alias www.google.com. Keterkaitan uml dengan metode yang lain juga ada kawan contohnya Disain Pettren dalam pembangunan system mengunakan dsigen pettrent, itu tidak lepas dengan UML jadi jika anda ingin membangun System yang pleksibel dan dinamis maka gunakan metode ini.
Kenapa harus mengunakan UML, Seperti yang di bilang linus torvalds Menulis di atas kertas tampa ada rancangan bagaikan menulis kata-kata yang tidak ada arti. jadi kita bisa ambil dari makna kata-kata tersebut mulailah merancang sistem yang akan di bangun sebelum mulai menuliskannya.
Berikut tahap – tahap dalam UML di antaranya :
- Use Case Diagram
- Activity Diagram
- Sequence Diagram
- Package Diagram
- Class Diagram
- Component Diagram
- Deployment Diagram
Use Case Diagram
Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan konteks sistem yang akan dibangun dan fungsionalitas yang disediakan oleh sistem itu. Use Case Diagram juga menggambarkan siapa (atau apa) berinteraksi dengan sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Activity Diagram
Activity Diagram memberikan penggambaran visual dari aliran aktivitas, baik dalam sistem, bisnis, alur kerja, atau proses lainnya. Activity Diagram berfokus pada kegiatan yang dilakukan dan siapa atau apa yang bertanggung jawab atas kinerja kegiatan tersebut (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).Elemen – elemen yang digunakan sebagai notasi dalam Activity Diagram antara lain: action nodes, control nodes, dan object nodes. Control nodes dalam Activity Diagram terbagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu initial dan final, decision dan merge dan fork dan join. Masing-masing elemen menjelaskan workflow dari sebuah Use Case pada Use Case Diagram atau dengan kata lain Activity Diagram menjelaskan secara lebih mendetail atau sub bagian tentang alur kerja sebuah Use Case pada.
Sequencen Diagram
Sequence Diagram merupakan Intraction Diagram yang digunakan untuk menjelaskan eksekusi sebuah skenario semantik. Sequence Diagram juga digunakan untuk menjelelaskan interaksi antar objek dalam urutan waktu (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Sequence Diagram bisa digunakan untuk menjelaskan sebuah serangkaian langkah-langkah yang mengirimkan message antar satu lifeline ke lifeline yang lain. Setiap message yang dikirimkan bisa memberikan respon (return) relatif pada skenario yang dirancang di Use Case Diagram. Interaksi yang terjadi bisa bersifat instansiasi sebuah object maupun static method dari sebuah classs
Package Diagram
Package Diagram digunakan untuk menjelaskan hubungan modularitas, enkapsulasi, dan abstraksi pada pengembangan sistem yang kompleks. Package Diagram juga digunakan untuk menjelaskan hubungan dependency dan visibility antar class yang memiliki asosiai secara modular dengan class lain dalam sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Package Diagram memungkinkan perancangan sistem bisa di mengerti dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi pada kolaborasi antar elemen model. Dengan menggunakan Package Diagram perancangan Class Diagram bisa di modularisasi secara lebih terstruktur. Package Diagram sangat dibutuhkan ketika Class Diagram yang dibangun sudah semakin kompleks, sehingga penggambaran Class Diagram bisa dibangun secara terpisah dengan menggunakan Package Diagram untuk mewakili hubungan yang antar class pada package yang berbeda.
Class Diagram
Class Diagram digunakan untuk menunjukan hubungan dan eksistensi sebuah class dari sudut pandang logis dalam sistem. Sebuah Class Diagram merepresentasikan struktur class yang membentuk arsitektur dan perilaku sistem dalam proses desain dan analisis (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Class Diagram memberikan gambaran secara menyeluruh tentang object dan class serta relasinya pada arsitektur sistem yang dibangun. Class Diagram menyediakan fasilitas berbagi model sehingga model yang telah dibangun bisa digunakan kembali (reusable) untuk pemodelan yang lebih rinci pada perilaku dinamis. Notasi pada Class Diagram bisa digunakan untuk menjelaskan Object Oriented Programming sehingga relasi seperti inheritance, polymorphism, dan semua konsep Object Oriented Programming bisa di jelaskan menggunakan notasi Class Diagram.
Component Diagram
Component Diagram merepresentasikan hubungan sistem dengan komponen-komponen yang memiliki fungsionalitas agregat dengan penggunaan berulang kali (reusable). Pada tingkatan yang lebih rendah, komponen dapat dijelaskan sebagai sekelompok kelas yang kohesif namun, bersifat relatif longgar ketika terhubung dengan cluster lain (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Component Diagram bisa di gunakan ketika sebuah sistem menggunakan komponen yang berada di luar sistem nya. Sebagai contoh ketika aplikasi dibangun membutuhkan database MySQL maka diperlukan komponen MySQL Java Database Conectivity (JDBC) untuk melakukan proses query ke dalam database. Sehingga Component Diagram bisa digunakan untuk menggambarkan komponen-komponen yang dibutuhkan sistem untuk bisa berjalan.
Deployment Diagram
Deployment Diagram digunakan untuk menunjukan alokasi artefak pada node dalam desain fisik sebuah sistem. Sebuah Deployment Diagram mewakili sebuah gambaran ke dalam struktur artefak suatu sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Deployment Diagram lebih berfokus pada aspek fisik dari object-oriented system. Dengan menggunakan Deployment Diagram, gambaran mengenai distribusi komponen dan relasinya dengan sistem maupun platform tempat sistem berjalan bisa digambarkan dengan lebih jelas. Sehingga dengan menggunakan Deployment Diagram, gambaran akan interaksi antara software dan hardware pada sistem akan terlihat lebih jelas.
Biodata Dosen Pengampuh
Nama : M.Ropianto, M.Kom
NIDN : 102867804
Status : Dosen Tetap YAPISTA / STT Ibnu Sina
Pengampuh
Matakuliah : Pemodelan dan Sistem Informasi Komputer
Form penerimaan Mahasiswa/i baru STT Ibnu Sina Batam
https://docs.google.com/forms/d/11KKDWzGgo6SwHNNiQ_Hxvc3N5E2ZHv311OJa0WfVm0Q/viewform
Thanks To Referensi :
Thanks To Referensi :
Sumber: https://melengo.wordpress.com/2012/04/21/unified-modeling-language-uml-part-1/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar