Senin, 02 Februari 2015

UML

Definisi  Pengertian dari Unified Modeling Language (UML) Merupakan himpunan struktur dan teknik untuk pemodelan desain program berorientasi objek (OOP) (wikipedia). Biasanya kebanyakan Programmer yang baru belajar bahasa pemerograman tidak mau tau dengan Metodelogi seperti ini karna baru melihat sudah kebingungan.

Sebenarnya letak kemudahan bahasa merograman berbasis OOP. Di sinilah kawan, kata seorang Programmer yang ahli dalam bahasa pemrograman berorientasi objek. Sebelum memulai beberapa tahap yang perlu di pahami ada beberapa pertanyaah yang harus timbul sebelum memulai seperti biasa dari TK Sampai menempuh perguruan tinggi tidak lepas dari siapa yang akan mengunakan UML, Yang jelas bagi siapa yang membutuhkan, jika anda butuh silahkan anda keliling dunia mencari impormasi dengan pesawat terbang yang sudah tersedia di internet Alias www.google.com. Keterkaitan uml dengan metode yang lain juga ada kawan contohnya Disain Pettren dalam pembangunan system mengunakan dsigen pettrent, itu tidak lepas dengan UML jadi jika anda ingin membangun System yang pleksibel dan dinamis maka gunakan metode ini.

Kenapa harus mengunakan UML, Seperti yang di bilang linus torvalds Menulis di atas kertas tampa ada rancangan bagaikan menulis kata-kata yang tidak ada arti. jadi kita bisa ambil dari makna kata-kata tersebut mulailah merancang sistem yang akan di bangun sebelum mulai menuliskannya.

Berikut tahap – tahap dalam UML di antaranya :

  • Use Case Diagram
  • Activity Diagram
  • Sequence Diagram
  • Package Diagram
  • Class Diagram
  • Component Diagram
  • Deployment Diagram

Use Case Diagram
Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan konteks sistem yang akan dibangun dan fungsionalitas yang disediakan oleh sistem itu. Use Case Diagram juga menggambarkan siapa (atau apa) berinteraksi dengan sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).

Activity Diagram
Activity Diagram memberikan penggambaran visual dari aliran aktivitas, baik dalam sistem, bisnis, alur kerja, atau proses lainnya. Activity Diagram berfokus pada kegiatan yang dilakukan dan siapa atau apa yang bertanggung jawab atas kinerja kegiatan tersebut (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).Elemen – elemen yang digunakan sebagai notasi dalam Activity Diagram antara lain: action nodes, control nodes, dan object nodes. Control nodes dalam Activity Diagram terbagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu initial dan final, decision dan merge dan fork dan join. Masing-masing elemen menjelaskan workflow dari sebuah Use Case pada Use Case Diagram atau dengan kata lain Activity Diagram menjelaskan secara lebih mendetail atau sub bagian tentang alur kerja sebuah Use Case pada.

Sequencen Diagram
Sequence Diagram merupakan Intraction Diagram yang digunakan untuk menjelaskan eksekusi sebuah skenario semantik. Sequence Diagram juga digunakan untuk menjelelaskan interaksi antar objek dalam urutan waktu (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Sequence Diagram bisa digunakan untuk menjelaskan sebuah serangkaian langkah-langkah yang mengirimkan message antar satu lifeline ke lifeline yang lain. Setiap message yang dikirimkan bisa memberikan respon (return) relatif pada skenario yang dirancang di Use Case Diagram. Interaksi yang terjadi bisa bersifat instansiasi sebuah object maupun static method dari sebuah classs

Package Diagram
Package Diagram digunakan untuk menjelaskan hubungan modularitas, enkapsulasi, dan abstraksi pada pengembangan sistem yang kompleks. Package Diagram juga digunakan untuk menjelaskan hubungan dependency dan visibility antar class yang memiliki asosiai secara modular dengan class lain dalam sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Package Diagram memungkinkan perancangan sistem bisa di mengerti dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi pada kolaborasi antar elemen model. Dengan menggunakan Package Diagram perancangan Class Diagram bisa di modularisasi secara lebih terstruktur. Package Diagram sangat dibutuhkan ketika Class Diagram yang dibangun sudah semakin kompleks, sehingga penggambaran Class Diagram bisa dibangun secara terpisah dengan menggunakan Package Diagram untuk mewakili hubungan yang antar class pada package yang berbeda.
Class Diagram
Class Diagram digunakan untuk menunjukan hubungan dan eksistensi sebuah class dari sudut pandang logis dalam sistem. Sebuah Class Diagram merepresentasikan struktur class yang membentuk arsitektur dan perilaku sistem dalam proses desain dan analisis (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Class Diagram memberikan gambaran secara menyeluruh tentang object dan class serta relasinya pada arsitektur sistem yang dibangun. Class Diagram menyediakan fasilitas berbagi model sehingga model yang telah dibangun bisa digunakan kembali (reusable) untuk pemodelan yang lebih rinci pada perilaku dinamis. Notasi pada Class Diagram bisa digunakan untuk menjelaskan Object Oriented Programming sehingga relasi seperti inheritance, polymorphism, dan semua konsep Object Oriented Programming bisa di jelaskan menggunakan notasi Class Diagram.

Component Diagram
Component Diagram merepresentasikan hubungan sistem dengan komponen-komponen yang memiliki fungsionalitas agregat dengan penggunaan berulang kali (reusable). Pada tingkatan yang lebih rendah, komponen dapat dijelaskan sebagai sekelompok kelas yang kohesif namun, bersifat relatif longgar ketika terhubung dengan cluster lain (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).
Component Diagram bisa di gunakan ketika sebuah sistem menggunakan komponen yang berada di luar sistem nya. Sebagai contoh ketika aplikasi dibangun membutuhkan database MySQL maka diperlukan komponen MySQL Java Database Conectivity (JDBC) untuk melakukan proses query ke dalam database. Sehingga Component Diagram bisa digunakan untuk menggambarkan komponen-komponen yang dibutuhkan sistem untuk bisa berjalan.

Deployment Diagram
Deployment Diagram digunakan untuk menunjukan alokasi artefak pada node dalam desain fisik sebuah sistem. Sebuah Deployment Diagram mewakili sebuah gambaran ke dalam struktur artefak suatu sistem (Booch, Maksimchuk, Engle, Young, Conallen, & Houston, 2007).

Deployment Diagram lebih berfokus pada aspek fisik dari object-oriented system. Dengan menggunakan Deployment Diagram, gambaran mengenai distribusi komponen dan relasinya dengan sistem maupun platform tempat sistem berjalan bisa digambarkan dengan lebih jelas. Sehingga dengan menggunakan Deployment Diagram, gambaran akan interaksi antara software dan hardware pada sistem akan terlihat lebih jelas.

Biodata Dosen Pengampuh
Nama                                  : M.Ropianto, M.Kom
NIDN                                  : 102867804
Status                                  : Dosen Tetap YAPISTA / STT Ibnu Sina
Pengampuh Matakuliah     : Pemodelan dan Sistem Informasi Komputer

Form penerimaan Mahasiswa/i baru STT Ibnu Sina Batam
https://docs.google.com/forms/d/11KKDWzGgo6SwHNNiQ_Hxvc3N5E2ZHv311OJa0WfVm0Q/viewform

Thanks To Referensi :

Sumber: https://melengo.wordpress.com/2012/04/21/unified-modeling-language-uml-part-1/

Minggu, 16 November 2014

SISTEM INFORMASI




SISTEM INFORMASI
       A. Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan suatu informasi sangat berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa dihilangkan adanya. Oleh karena itu banyak orang-orang pintar yang coba mencari suatu data, mengumpulkan, memproses, dan menyajikan informasi yang mungkin akan banyak orang yang membutuhkannya.

 Contoh : siaran berita, acara-acara TV,dan lainnya. Dan proses penyajiannya pun semakin maju seiring perkembangan jaman, dan sudah hampIr semua proses penyajiannya telah terkomputerisasi. Dan proses tersebut sebagai suatu Sistem Informasi.

 

Kemampuan Sistem Informasi
- Transaksi lebih cepat & akurat.
- Kapasitas penyimpanan lebih besar & akses lebih cepat.
- Mengurangi informasi yang terlalu berlimpah.
- Alat pendukung pengambilan keputusan.

                Manfaat Sistem Informasi :

1.       Organisasi menggunakan sistem Informasi untuk transaksi-transaksi,mengurangi biaya dan  penghasilan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

2.       Perusahaan menggunakan sistem informasi mengelolah dan membuat laporan transaksi yang terjadi.

3.       Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persedian pada tingkat paling rendah agar kongsisten dengan barang yang ada.



Komponen dari sistem Informasi :

a.       Hardware

b.      Software

c.       Data

d.      Prosedur

e.      Manusia


DEFINISI SISTEM

Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:

  • Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
  • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
  • Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
  • Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
  • Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.

Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang membentuk sebuah sistem, diantaranya:

  • Objek, merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.
  • Atribut, merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
  • Hubungan internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.
  • Lingkungan, merupakan tempat dimana sistem berada.
  • Tujuan, Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
  • Masukan, adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak tampak (jasa).
  • Proses, adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai (informasi) atau yang tidak berguna (limbah)
  • Keluaran, adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb
  • Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat merubah perilaku sistem.
  • Mekanisme pengendalian dan umpan balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.



REFERENSI :
http://ediharukaze.blogspot.com/2013/10/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html




http://sttibnusinabatam.ac.id/